Landing Page Di Sini

Hi, Calon Istriku πŸ’
Web ini hadir karena aku ingin kita melewati proses basa-basi dan tidak membuang waktu berharga untuk saling mengenal. Selain mengefektifkan PDKT tanpa mengurangi rasa hormat dan keintiman, ruang ini dibuat agar kita bisa mengetahui seberapa cocoknya kita setelah kamu selesai membaca semuanya.

Aku Jek, lelaki milenial kelahiran 90-an. Informasi formal tentangku dapat kamu lihat di sini.

Benefit jika kamu mendapatkanku

1 Aku suka berpenampilan rapi
2 Aku suka jaga kebersihan
3 Aku sangat disiplin jaga berat badan
4 Aku bisa mengayomi perempuan
5 Aku bisa jadi pembicara dan pendengar yang baik
6 Aku tidak punya penyakit menular
7 Aku tidak matrealistis
8 Aku tidak pernah selingkuh
9 Aku tidak kasar (main fisik)
10 Aku tidak mengekang
11 Aku tidak norak
12 Aku tidak jamet
13 Aku tidak narkoba
14 Aku tidak judol & pinjol
15 Aku tidak punya utang
16 Aku tidak pernah melanggar hukum
17 Aku tidak suka gosip/julid
18 Aku tidak halu
19 Aku tidak membandingkan pasangan
20 Aku tidak menuntut tobrut
21 Aku tidak mata keranjang
22 Aku tidak sok suci
23 Aku bisa kendalikan birahi
24 Aku bisa dirty chat/talk dengan bijak
25 Aku melek edukasi seks
26 Aku menjaga kebersihan organ intim
27 Aku selalu mencucinya setelah pipis
28 Aku selalu ganti celana dalam setelah mandi
29 Aku tidak mendengkur saat tidur
30 Aku selalu mandi setiap hari
+ BONUS: Aku sudah punya rumah sendiri

Warna Kulit: Putih ivory

Tipe Rambut: Lurus

Warna Rambut: Hitam

Warna Mata: Coklat

Gol. Darah: A

Tipe Suara: Baritenor

Genital: Grower (disunat)

Postur: Proporsional

Tinggi: 170 cm

Berat: 58-65 kg

Love Language

  • Physical Touch 0%
  • Act of Service 0%
  • Quality Time 0%
  • Words of Affirmation 0%
  • Receiving Gifts 0%
BAB 1

Log Evaluasi Hubungan

Traumatis

8 Bulan

Alasan Putus:

Traumatis

Aku pernah menjaga seorang perempuan religius dengan sepenuh hati—menghargai auratnya dan menahan diri untuk tidak menyentuhnya—namun di belakangku, ia justru terbiasa berhubungan seks dengan mantan pacarnya yang juga telah beristri.

Saat semua terbongkar, ia masih sempat melakukan pembelaan diri dengan playing victim, berdalih bahwa aku 'tidak selalu ada untuknya'. Kecewa yang luar biasa, tanpa mengeluarkan kata kasar apalagi bermain fisik, saat itu juga kuputuskan hubungan dan aku tidak sudi mengakui ia sebagai mantan.

Kejadian itu membuatku kapok meratukan perempuan. Jujur, aku mengalami trauma mendalam terhadap figur perempuan yang fanatik agama atau menjadikan agama sebagai kedok.

Inilah alasan mengapa kini aku hanya bisa merasa cocok dengan perempuan yang tidak fanatik agama. Bagiku, aurat itu jembut bukan rambut, dan karena pengalaman pahit itu, aku jauh lebih nyaman dengan perempuan yang bisa berpenampilan tanpa hijab/kerudung, atau dengan mereka yang berbeda agama.

Eks 1

1 Tahun

Alasan Putus:

Eks 1

Orang tuanya tidak memberikan restu terkait perbedaan keyakinan kami, meskipun ia bersedia untuk berpindah keyakinan (masuk Islam). Akhirnya, kami memilih untuk berpisah daripada harus terjebak dalam konflik keluarga yang berkepanjangan.

Kelahiran: 1998
Agama: Katolik

Eks 2

1,8 Tahun

Alasan Putus:

Eks 2

Orang tuanya tidak memberikan restu jika ia pindah domisili untuk tinggal bersamaku di rumahku. Mereka menuntutku untuk mengikuti mereka, namun meskipun ada tawaran hadiah rumah, aku tetap tidak bersedia. Aku sudah memiliki rumah sendiri yang menjadi fondasi kemandirianku, dan aku tidak bisa berkompromi dalam hal prinsip hidup dan tempat tinggal. Akhirnya, kami memilih untuk berpisah demi kebaikan masing-masing.

Kelahiran: 2002
Agama: Islam (tidak fanatik)

Eks 3

2 Tahun

Alasan Putus:

Eks 3

Kami sempat terjebak dalam dilema perbedaan agama, di mana tidak ada dari kami yang bersedia untuk berpindah keyakinan. Akhirnya, kami sepakat untuk berpisah demi kebaikan bersama. Ini adalah kali kedua aku mengalami perpisahan karena benturan perbedaan agama. Pengalaman inilah yang justru membuatku kini lebih terbuka dan menerima konsep pernikahan beda agama sebagai jalan yang realistis bagiku dan damai bagi perjalanan hidupku.

Kelahiran: 2000
Agama: Katolik

Akhir

Level Percintaan

20%

Energi Percintaan

Aku sudah melewati semua rintangan, drama, dan pengalaman jatuh bangun hingga energiku terkuras dalam urusan percintaan. Tolong jangan naif, munafik, dan berkepribadian mentah karena aku sudah matang.

BAB 2

BOUNDARIES & DEALBREAKERS

πŸ›‘️ My Boundaries (Ruang Aman)

Prinsip untuk kesehatan hubungan percintaan kita:

  • Respectful Communication: Berargumen boleh, tapi tanpa merendahkan.
  • Transparency: Kejujuran tentang masa lalu & visi masa depan.
  • Personal Growth: Hubungan harus membuat keduanya tumbuh.

🚫 Dealbreakers (Garis Merah)

Hal yang membuat aku mundur tanpa negosiasi:

  • Dishonesty: Kebohongan sekecil apa pun adalah pembunuh kepercayaan.
  • Playing Victim: Ketidakmampuan bertanggung jawab atas kesalahan.
  • Manipulation: Menggunakan emosi sebagai alat kontrol.
"Saya tidak mencari seseorang untuk melengkapi, saya mencari seseorang untuk melangkah bersama."
BAB 3

KONSEP PERNIKAHAN

πŸ’ Konsep Pernikahan

Visi aku dalam membangun mahligai rumah tangga:

  • Simple & Intimate: Mengutamakan keberkahan dan kehangatan keluarga.
  • Partnership: Pernikahan adalah tim, bukan ajang kompetisi atau dominasi.
  • Alignment: Keselarasan visi hidup dan nilai-nilai keluarga di masa depan.
BAB 4

MASA DEPAN BERSAMAMU

πŸš€ Visi Masa Depan

Apa yang aku bayangkan dalam perjalanan kita ke depan:

  • Lifestyle: Keseimbangan antara petualangan eksploratif dan ketenangan di rumah.
  • Parenting: Mendidik anak dengan prinsip kemandirian, empati, dan nilai moral yang kuat.
  • Adventure: Konsisten tumbuh bersama melalui diskusi mendalam dan eksplorasi dunia baru.
KESIMPULAN

Jika kamu merasa ini adalah awal dari cerita kita...

πŸ’Œ Let's Connect Privately

Mungkin kamu punya pertanyaan, atau sekadar ingin menyapa. Agar kamu lebih tenang, berikut panduan untuk menghubungi saya:

• Belum kenal: Mari mulai dengan perkenalan singkat yang sopan.
• Sudah kenal: Langsung saja sapa, saya akan sangat senang mendengar kabarmu.
• Teman kerja: Profesionalitas tetap terjaga, namun mari kita bangun relasi yang hangat.
• Siswi/Mahasiswi: Mari diskusikan pengembangan diri atau topik akademik dengan nyaman.

Semua percakapan bersifat privat dan eksklusif.

πŸ’¬ Hubungi via Telegram

0

Tayangan Web

14‧02‧2023

Pembaruan

Tidak ada postingan.
Tidak ada postingan.